JUJUR, saya adalah murid dari SMAN 20 Surabaya, saya ingat waktu pertama kali aku masuk sekolah tahun 2008, perasaanku berkata 'Mbot ini adalah sekolah yang paling buruk, pinggiran MeWah(mepet sawah) dan tentu saja BeLi(Belakang Kali) dan memiliki model bangunan yang sangat buruk kalo boleh saya bilang. tapi semakin hari semakain berkembanglah sekolah itu hingga menjadi sekolah yang bertaraf RSBI 'cieee gayane' itu adalah hasil jerih payah dari mantan kepala sekolah yaitu Bu Widi , tetapi dalam tulisan ini sebenarnya yang ingin saya ungkapkan adalah sudahkah para murid SMAN 20 Surabaya baik Alumni ataupun yang masih belajar di situ Bangga Akan Sekolahnya ? ini pertanyaan besar yang perlu di jawab oleh orang orang yang menjadi alumni pengajar dan juga murid yang ada di sekolah itu.
Aku , Febri, Kausar, Okto hari ini secara sengaja berkumpul ke rumah mereka membahas semua dari main serta kejadian kejadian yang ada di teman teman angkatan dan yang paling berkesan adalah ketika ada bahasan tentang SMAN 20 Surabaya, mungkin bahasan yang menurut saya berkesan inilah yang perlu saya lanjuti maka saya tulis di blog ini. Sekarang aku gak tau bagaimana kondisi siswa, organisasi yang ada disana tapi dulu aku adalah anggota OSIS yang bertugas menangani murid baru dan para anggota OSIS yang baru. maka dari sinilah sebenarnya awal cerita bagaimana para siswa bisa bangga dengan sekolahnya dan bagaimana para alumni serta para guru ikut pula bengga dengan SMAN 20 Surabaya, tetapi semua itu pasti memiliki kendala dari semua hal walaupun kita punya tujuan yang baik , MOS dan LDKS harus bisa menjadi hal yang paling membanggakan bagi siswa baru dan juga para pengurus OSIS serta semua masyarakat yang ada di SMAN 20 Surabaya tapi dengan mensinergiskan semua program kerja osis yang mmbuat para ekstrakulikuler dan warga SMAN 20 Surabaya bangga akan sekolahnya dan ketika mereka pergi meninggalkan SMAN 20 Surabaya mereka akan menangis dan punya satu atau bahkan lebih hal yang bisa mereka banggakan dari sekolah yang kita cintai ini.
GEMBOT